Wednesday, February 8, 2012

Pengetahuan Dasar Dalam Desain dan Instalasi Perpipaan


Basic knowledge dalam mendesain perpipaan adalah adalah pegangan dasar bagi seorang engineer dalam komputasi, planing, dan pelaksanaan konstruksi perpipaan. Berikut adalah hal-hal mendasar dalam merancang struktur perpipaan yang harus diketahui sebelum turun ke lapangan:

  • 1. Jenis/kriteria pipa

Ada dua jenis dasar pipa berdasarkan teknik pembuatannya, yakni:

· Pipa tanpa pengelasan/sambungan

· Pipa dengan pengelasan/sambungan

  • 2. Material sebuah pipa

Material yang dibahas disini adalah material yang dipakai sebagai bahan dasar pembuatan pipa tersebut. Bermacam-macam material pipa antara lain:

· Carboon steel (Baja karbon)

· Carbon moly

· Galvanees

· Ferro nikel (timah bercampur besi)

· Stainless steel (Baja tahan karat)

· PVC (lebih sering dikenal sehari-hari sebagai pipa paralon)

· Chrome moly

Sedangkan material khusus/tambahan pada pipa antara lain:

· Vibre glass (kaca fiber)

· Aluminium

· Wrought iron (besi yang tidak di tempa)

· Copper (tembaga)

· Red brass (kuningan merah)

· Nicel chopper (Timah tembaga/monel)

· Nickel chrome iron (besi timah krom/iron)

  • 3. Komponen sistem perpipaan

Dalam perancangan bagian-bagian pipa, haruslah berdasarkan spesifikasi. Spesifikasi dalam perpipaan berupa standar yang terdaftar dalam simbol dan kode yang telah dibuat atau dipilih sebelumnya. Komponen sebuah sistem perpipaan meliputi:

· Pipes (Pipa)

· Flanges (Flens)

· Fittings (joint atau sambungan)

· Valves (katup)

· Boltings (pembautan}

· Gasket

· Special items (bagian tambahan khusus)

  • 4. Pemilihan bahan pipa

dalam perancangan konstruksi sistem perpipaan, anda harus mengetahui terlebih dahulu untuk apa instalasi perpipaan tersebut diadakan. atau lebih tepatnya, apa tujuan anda memasang pipa-pipa tersebut. Berbagai jenis spesifikasi pemasangan pipa untuk berbagai tujuan, dapat anda lihat pada ASTM serta ANSI. Pembagian instalasi pipa meliputi:

· Instalasi pipa untuk distribusi air minum

· Instalasi pipa untuk industri berbahan gas

· Instalasi pipa untuk penyulingan minyak bumi

· Instalasi pipa untuk pemgangkutan minyak

· Instalasi pipa untuk proses cooling/pendinginan

· Instalasi pipa untuk saluran air kotor di perkotaan (sewer)

· Instalasi pipa untuk industri atau pembangkit bertenaga nuklir

· Instalasi pipa untuk distribusi gas

Dan instalasi-instalasi pipa lainnya.

  • 5. Tipe sambungan pipa

Ada beberapa jenis tipe sambungan yang paling banyak digunakan, yaitu:

· Sambungan dengan pengelasan

· Sambungan dengan menggunakan ulir

· Sambungan dengan pengeleman/perekatan

· Sambungan dengan sambungan dengan klem (untuk pipa plastik dan fiber)

Pada pengilangan umumnya sambungan ulir digunakan untuk pipa bertekanan rendah (di bawah 2”)

  • 6. Sambungan pada percabangan

Teknik sambungan pipa pada percabangan dapat dikelompokan sebagai berikut:

· Sambungan langsung (stub in)

· Sambungan dengan fittingss (sejenis alat penyambung)

· Sambungan dengan flanges

Penentuan sambungan cabang dipengaruhi oleh perhitungan kekuatan, kekuatan, permintaan/kebutuhan dan aspek efektifitasnya.

  • 7. Schedule/tipe, Diameter, dan ketebalan pipa

Untuk penentuan kriteria diatas dapat dilihat pada ASTM (American Society Of Testing Materials). Manual tersebut menerangkan mengenai diameter, ketebalan dan schedule pipa untuk berbagai construction purpose. Juga dibahas mengenai diameter luar pipa (outside diameter), ketebalan pipa (thickness), diameter dalam (inside diameter), diameter nominal untuk pemasangan dan perdagangan, serta schedule dari berbagai pipa. Beberapa jenis schedule/tipe pipa antara lain:

1. Schedule 5, 10, 20, 30, 40, 60, 80, 100, 120, 160.

2. Schedule standar (Standard schedule)

3. Schedule extra strong (XS)

4. Schedule double extra strong (XXS)

5. Schedule spesial

Tujuan perbedaan tipe ini dibuat berdasarkan pengaruh dari beberapa hal teknis berikut: untuk menahan internal pressure dari aliran di dalam pipa, strength of material itu sendiri, pencegahan karat serta korosi, mencegah kegetasan pada pipa.

Untuk anda yang ingin mendownload tabel instalasi pipa, dapat mengklik di sini.

  • 8. Alat alat khusus

Alat khusus dalam instalasi pipa yang akan dibahas di sini hanya 3 yaitu saringan (stainer),alat pemerangkap uap (steam trap), serta vent dan drain

· Saringan atau stainer merupakan alat untuk menyaring kotoran berupa padat, cair, dan gas. Alat penyaring seperti ini dipasang pada jalur pipa dengan tujuan untuk menyaring kotoran pada aliran sehingga mutu aliran akan lebih baik dari sebelumnya.

Tipe-tipe alat penyaring atau stainer ini ada beberapa jenis, yakni

1. Penyaring tipe T.

Penyaring tipe T digunakan secara umum untuk memperbesar ukuran ruang dan mengurangi pressure pada pipa.

2. Penyaring tipe Y

3. Penyaring tipe sementara (temporary type)

4. Penyaring tipe pelat/datar (flat type)

· Steam trap adalah alat untuk memisahkan air dari uap untuk mempercepat aliran uap. Alat ini dipasang pada posisi terendah dari suatu jalur pipa atau dipasangkan pada kantung pipa (drip leg)

· Vent adalah alat untuk membuang gas, udara,atau uap air dari aliran. Sedangkan drain adalah alat pembuang itu sendiri.

No comments:

Post a Comment